6 Resiko pinjaman online yang perlu anda ketahui

Apakah saat ini anda berpikir ingin mengajukan pinjaman online.? Perlu Anda ketahui tentang 7 resiko dari pinjaman online, dan Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi resiko apa saja yang anda ketahui sebelum anda mengajukan pinjaman online. Dan sebaiknya Anda perlu lebih konsentrasi sebelum Anda mengajukan pinjaman online, jangan sampai Anda mengalami masalah yang tidak anda inginkan di suatu hari nanti,

6 Resiko pinjaman online.

Saat ini teknologi semakin berkembang dan memberikan kemudahan untuk kita semua dalam beraktivitas, dan termasuk diantaranya adalah kemudahan untuk melakukan pinjaman online yang ditawarkan oleh berbagai fintech,

Indonesia adalah salah satu negara dengan peringkat keempat terbanyak penduduknya dari negara-negara lainnya, dan Indonesia adalah salah satu negara yang masih rendah tingkat literasi keuangan nya, dan hal ini adalah salah satu yang bisa dimanfaatkan oleh fintech sebagai pasar yang strategis untuk menumbuhkan industri pinjol

Di bulan Desember 2019 yang lalu telah tercatat 164 perusahaan fintech lending di Indonesia yang telah memiliki izin dan terdaftar di OJK, namun sayangnya, perkembangan fintech lending banyak sekali melakukan sejumlah kecurangan dan pelanggaran Ran yang mengakibatkan nasabah sebagai korbannya. Bahkan tidak sedikit para nasabah yang mengeluh ketika terjebak dalam pinjol

Masyarakat sebutannya harus pandai melihat ciri fintech yang legal dan ilegal, misalnya fintech yang ilegal biasanya memiliki ciri yang paling mudah untuk diketahui, misalnya tidak memiliki izin resmi, Tidak ada alamat kantor atau identitas yang jelas, memberikan pinjaman kepada nasabah dengan persyaratan yang sangat mudah, informasi denda dan bunga tidak begitu jelas, tidak ada batasan denda dan bunga, penagihannya pun tidak ada batas waktu, menginginkan akses ke seluruh data yang ada di ponsel atau smartphone anda, Bahkan ada juga yang melakukan ancaman teror serta kekerasan hingga penghinaan dan pencemaran nama baik, bahkan saya pernah mendengar salah satu perusahaan fintech ilegal yang menyebarkan foto atau video puba di dari korbannya, hal ini perlu Anda waspadai jangan sampai Anda menjadi salah satu korban dari perusahaan fintech ilegal

Oh ia sebelumnya kami juga telah menulis bagaimana cara e-klaim taspen, mungkin anda perlu untuk mengetahuinya,

pinjaman online

Kabarnya sepanjang tahun dari 2018 hingga 2019 OJK telah melakukan pemblokiran sebanyak 1898 aplikasi milik perusahaan fintech ilegal. Bahkan banyak sekali aplikasi aplikasi fintech yang masih sulit dideteksi oleh OJK, Hal ini karena aplikasi tersebut sering bergonta ganti nama sehingga menyulitkan OJK untuk mendeteksi fintech ilegal.

Bahkan banyak juga aplikasi yang sengaja ditutup begitu terbungkus oleh OJK, dan untungnya saat ini Kementerian komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan OJK telah membangun sebuah tim cyber yang dikhususkan untuk melakukan patroli setiap hari mengelilingi dunia maya guna untuk mendeteksi keberadaan aplikasi aplikasi pinjaman online yang ilegal sehingga dengan begitu diharapkan bisa menutup celah bagi para perusahaan fintech ilegal untuk beraksi.

Saat ini Angka pinjaman semakin terus meningkat ini karena diakibatkan oleh minat masyarakat yang tidak surut untuk mencari dan melakukan pinjaman online, bahkan meskipun berita pelanggaran fintech atau pinjaman online cukup marak namun ini tidak menyurutkan niat masyarakat untuk melakukan pinjaman online

Diketahui tahun 2019, perkembangan dunia pinjol sudah mencapai 166,501% menjadi 60, 41 triliun, dan ini sudah tentu sangat jauh di atas angka pertumbuhan kredit secara nasional yang angkanya masih di bawah 10% dalam dunia perbankan secara nasional.

Kecepatan serta kemudahan untuk melakukan pinjaman online menjadi salah satu keunggulan bagi fintech pinjaman online daripada harus melakukan pinjaman atau kredit perbankan yang mungkin membutuhkan surat berharga seperti sertifikat tanah atau sejenisnya, pinjol saat ini banyak sekali yang tidak memerlukan surat-surat berharga mereka mungkin hanya membutuhkan identitas seperti foto KTP asli dan swafoto atau selfie bersama KTP asli Anda dan lampiran kartu keluarga dan nomor kontak keluarga yang terhubung dengan anda. Dan itu semua tentu sangat mudah bagi siapa saja yang ingin melakukan pinjaman online.

Jangan dibalik kemudahan serta kecepatan dalam pinjol tentu saja harus dibarengi dengan pengetahuan yang cukup dan bisa manajemen risiko yang baik, jika anda tetap ingin melakukan pinjaman online, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu resiko-resiko yang yang mungkin akan Anda hadapi makan ini risiko yang sudah pasti harus anda hadapi.

Berikut ini ini adalah 6 resiko pinjaman online yang perlu Anda ketahui

Bunga dan biaya administrasi tinggi

Jangan terburu-buru untuk melakukan pinjaman, Anda harus bisa memastikan berapa Nominal uang pinjaman yang akan anda dapatkan dan juga Berapa bunga pinjaman harian yang harus anda bayar.

Dan faktanya, bunga dan biaya pinjol itu sangatlah relatif tinggi, meskipun anda melihat persentase biaya serta bunga pinjaman seolah-olah angkanya sangat kecil, namun Coba anda kalikan dengan nominal pinjaman dan diakumulasikan setiap hari maka itu akan menjadi jumlah yang sangat besar. Mungkin anda belum paham oke saya akan ilustrasikan dan Silakan anda pahami ilustrasi berikut ini :

Jika anda melakukan pinjaman sebesar Rp3.000.000 ( ini adalah asumsi pencairan bersih ) dan dengan tenor atau waktu 30 hari dan dengan biaya bunga pinjaman harian yaitu 0,5% serta biaya administrasi sebesar 1%

Maka semua itu jika ditotalkan dana yang perlu Anda kembalikan yaitu sebesar Rp3.514.200 dengan bunga pinjaman sebesar 0,57% perhari.

Jangan begitu, jika anda melakukan pinjol sebesar Rp3.000.000 maka anda harus bisa memastikan dalam waktu 30 hari kedepan Anda juga harus membayar bunganya yaitu sebesar Rp514.200, sehingga jika ditotal kan anda perlu membayar seluruhnya yaitu sebesar Rp3.514.200.

Sebetulnya di tahun 2019 tepatnya bulan September, OJK telah menegaskan bahwa untuk bung pinjaman online ya itu tidak boleh melebihi dari 0,8% setiap harinya.

Kendati itu peraturan bunga tersebut tidak diatur oleh peraturan OJK, namun Meskipun demikian ketua dewan komisioner OJK yaitu Wimboh Santoso sudah mengatakan bahwa pengenaan bunga pinjol maksimalnya yaitu 0,8% setiap hari dan ini adalah salah satu kode etik yang telah disusun oleh asosiasi fintech pendanaan bersama Indonesia (AFPI)

Dan jika ketahuan ada perusahaan fintech yang telah melanggar kode etik tersebut, ketua dewan komisioner OJK WImboh menghimbau kepada masyarakat untuk melapor agar perusahaan fintech tersebut bisa ditindaklanjuti oleh OJK

Plafon pinjaman sangat kecil

Karena pinjol sebetulnya tidak memerlukan atau mensyaratkan sesuatu yang berharga atau anggunan dan tidak adanya analisis kredit yang kompleks, sehingga batas pinjaman yang akan diberikan pun sangat relatif kecil. Dan tentu saja ini adalah salah satu bentuk manajemen risiko kredit dari perusahaan pinjaman online tersebut kepada masing-masing meminjamnya

Oleh sebab itu, jika anda memiliki kebutuhan dana yang sangat besar ada banyak kasus yang telah terjadi yaitu melakukan pinjaman online ke berbagai perusahaan fintech, bahkan ada seorang teman saya juga yang pernah melakukan hal tersebut karena dia membutuhkan biaya yang sangat besar, namun tentu saja Jika ia meminjam hanya ke satu perusahaan fintech maka dana yang ia butuhkan tidak tercukupi dan akhirnya ia melakukan pinjaman online ke berbagai perusahaan fintech guna untuk mencukupi dana yang ia butuhkan.

Dan tentu saja jika anda melakukan pinjaman online ke berbagai perusahaan fintech maka anda harus bisa memastikan untuk dapat melakukan dokumentasi secara menyeluruh dan detail atas setiap pinjol ( misalnya seperti nominal pinjaman, biaya administrasi, bunga, syarat dan ketentuan hingga tanggal jatuh tempo ) semua harus anda dokumentasikan secara detail agar tidak mengakibatkan apa yang tidak Anda inginkan. Dan usahakan juga untuk membayar lunas dan sebisa mungkin hindari gali tutup lobang dengan melakukan proses pembayaran pinjaman yang Anda lakukan Jangan sampai anda membayar dengan cara cara meminjam uang kepada tetangga atau kepada fintech lainnya.

Data pribadi anda di dalam aplikasi pinjaman pinjaman online

Ini adalah salah satu bagian dari prosedur untuk mengajukan pinjaman secara online Anda harus memasukkan berbagai data pribadi anda secara detail, misalnya seperti nomor KTP, foto KTP asli, dan swafoto atau selfie bersama foto KTP anda. Dan tidak hanya itu bahkan banyak sekali aplikasi fintech meminta persetujuan untuk mengakses data pribadi yang tersimpan di ponsel Anda oleh perusahaan pinjaman online tersebut. Oleh sebab itu sebaiknya Anda jangan menyimpan data-data yang penting di ponsel Anda seperti nomor PIN atau password akun perbankan anda

Sebetulnya pemberian hak akses data pribadi di ponsel merupakan hal yang umumnya terjadi ketika anda mendownload game Atau aplikasi-aplikasi lainnya misalnya aplikasi recommend, atau digital banking dan aplikasi lainnya

Namun di dalam prosedur pinjaman online data ini adalah salah satu variabel untuk menghitung scoring dari calon meminjam. Dan ini bisa menjadi salah satu jaminan reputasi yang mungkin menggantikan jaminan kebendaan. Misalnya seperti kendaraan bermotor dan lainnya

Proses persetubuhan yang relatif lama

Semua perusahaan fintech pinjaman online biasanya memiliki tagline 5 menit cair, 3 menit cair, dan lain sebagainya. Namun pada kenyataannya tidak semua perusahaan pinjaman online bisa mewujudkan atau menjanjikan cepat cair tersebut, dengan berbagai alasan misalnya antri data, antri proses, dan alasan lainnya.

Meskipun memang pinjaman online membutuhkan teknologi canggih, namun pada kenyataannya perusahaan pinjol tidak dapat dielakan lagi bahwa untuk persetujuan pengajuan pinjaman secara online perlu membutuhkan waktu yang relatif lama untuk melakukan verifikasi data yang diajukan dan memutuskan keputusan untuk disetujui atau tidak proses pengajuan pinjaman anda

Tentu saja ini kondisi yang perlu Anda sadari, dalam melakukan pinjaman online

Telat bayar penagih datang

Jika kita melakukan pinjaman, tentu saja kita harus bertanggung jawab untuk membayar apa yang telah kita pinjam tersebut ini termasuk ke dalam pinjaman online dan berikut bunga yang telah diatur dalam perjanjian. Ini adalah kewajiban kita sebagai peminjam, layaknya bagi sebuah peminjam. Jika kita tidak membayar tepat pada waktu yang telah ditentukan perusahaan atau sebagai pemberi pinjaman maka biasanya pemberi pinjaman akan melakukan beberapa tindakan Ya tentu saja penagihan langsung ke rumah si peminjam.

Bahkan banyak sekali presepsi di kalangan masyarakat, bahwa pinjaman online itu sangat jauh dengan lokasi kita, dan jika nasabah telat membayar maka tidak ada proses penagihan, ia mungkin hanya dilakukan reminder via email atau SMS dan telepon, namun sebetulnya ini tidak sepenuhnya benar jika anda teliti dalam peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan fintech sudah sangat jelas, bahwa jika nasabah yang tidak bayar atau telat bayar tentu akan ditagih oleh perusahaan fintech pinjaman online, termasuk mendatangi ke rumah anda

Namun sebelum melakukan hal tersebut, biasanya pihak perusahaan pinjol akan melakukan notifikasi terlebih dahulu untuk reminder pembayaran, sampai memperingatkan kepada nasabahnya yang lebih intensif, misalnya perusahaan akan melakukan telepon kepada orang-orang terdekat dengan kita, kita itu saudara, teman, suami atau istri kita.

Dan jika kemungkinan semua upaya telah dilakukan oleh perusahaan fintech namun tetap gagal, biasanya perusahaan fintech akan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga yang tentu saja spesialis di bidang collection, dan ini tentu akan melakukan penagihan secara langsung ke rumah peminjam

Perusahaan pinjaman online ilegal

Saat ini pinjaman online telah diatur oleh peraturan OJK nomor 77 tahun 2016. Peraturan OJK ini tentu saja mengatur mengenai berbagai prosedur pinjaman. Kategori pinjaman online legal, kategori pinjaman online ilegal, hingga peraturan sanksi OJK terhadap perusahaan fintech

Di era yang modern dan Serba canggih ini mungkin masih banyak pinjaman online yang tidak terdaftar atau mendapatkan izin dari OJK. Untuk itu Anda harus hati-hati, jangan sampai anda meminjam kepada pinjaman online ilegal, agar anda terhindar dari pinjaman ilegal Anda bisa melakukan cek legalitas perusahaan pinjol dengan cara mengakses web OJK

Itulah artikel yang dapat saya Tuliskan Pada kesempatan kali ini, dan semoga ini menjadi salah satu tulisan yang manfaat bagi semua pembaca, dan khususnya bagi saya sendiri, jika anda merasa tulisan atau artikel ini bermanfaat silakan Anda bagikan ke teman-teman anda agar mereka terhindar dari pinjaman online ilegal serta mengetahui risiko risiko yang akan dihadapi ketika melakukan pinjaman secara online.

Dan jika Anda menyukai artikel sejenis ini, sebaiknya Anda berlangganan email dari kami Anda bisa mendapatkan artikel-artikel yang bermanfaat lainnya seputar keuangan, bisnis, dan informasi-informasi lainnya. Anda cukup memasukkan nama dan email serta nomor whatsApp anda di kolom yang sudah kami siapkan di sidebar blog.

Salam sukses untuk kita semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *