Strategi UKM untuk menghadapi globalisasi

Untuk menghadapi persaingan bebas, tentunya keberhasilan UKM tidak akan dapat tercapai jika mereka berjuang sendiri. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak agar UKM dapat bangkit dan tetap produktif dalam menghadapi kerasnya persaingan.

[irp posts=”148″ name=”Bisnis Sukses, 5 Jenis investasi untuk berbisnis sejak muda”]

Strategi UKM untuk menghadapi globalisasi

  • Dari Sisi pemerintah

    • Meningkatkan daya saing produk lokal

      Produk-produk China yang masuk ke Indonesia pada dasarnya memiliki kualitas yang tidak begitu baik. Produk- produk tersebut memiliki daya saing yang kuat semata- mata karena mampu menjual dengan harga murah. Bahkan di pasaran, kata “produk china” sudah sinonim dengan ‘murah”.

      Jika pemerintah tetap berkeras agar produk- produk Indonesia bersaing dari segi harga, maka tentunya strategi tersebut akan sulit berhasil, karena di dalam benak masyarakat sudah kadung terbentuk asosiasi antara kata murah dengan produk China. Maka apa yang dilakukan?

      Yaitu dengan bersaing di aspek lain, yaitu kualitas. Sudah saatnya pemerintah melakukan penyuluhan dan pelatihan kepada para pelaku UKM, dibarengi dengan bantuan-bantuan modal agar para pelaku UKM dapat melakukan peningkatan kualitas terhadap produknya. Peningkatan mutu dan kualitas tidak selalu berarti peningkatan kemampuan produk. Melalui packaging yang menarik saja para konsumen sudah menganggap produknya berkualitas. Maka perlu para pelaku UKM hendaknya diajarkan langkah-langkah kreatif dan inovatif seperti itu. Peningkatan mutu dan kualitas yang baik tentunya akan berujung pada peningkatan biaya produksi. Para pelaku UKM sendiri tentu akan memiliki hitung-hitungan terhadap investasi yang mesti dilakukan dan hasil yang akan didapatkan. Untuk itu, pemerintah dapat memberikan bebagai pinjaman kredit lunak kepada pelaku UKM. Selain itu, biaya-biaya birokrasi sedapatnya diminimalkan sehingga pengeluaran UKM dapat ditekan.

    • Meningkatkan kemampuan SDM baik melalui pendidikan maupun pelatihan

      Seperti yang tercermin dari artikel pada kotak 1, bahwa daya saing yang sebenarnya terletak pada Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Semua hal lain di luar itu hanyalah perangkat yang dapat digunakan, diubah, dan direkayasa oleh SDM. Di tangan SDM yang berkualitas, sumberdaya-sumberdaya yang tersedia walaupun nilainya biasa-biasa saja akan dapat dimaksimalkan, demikian pula sebaliknya.

      Untuk itu, hendaknya pemerintah menyediakan berbagai fasilitas untuk meningkatkan SDM yang ada pada UKM. Peningkatan-peningkatan tersebut bisa berupa pendidikan, pelatihan, workshop, maupun pelaksanaan studi banding oleh para pelaku UKM. Pelatihan-pelatihan yang dilakukan haruslah berhubungan dengan penciptaan daya saing yang lebih tinggi. Seperti pelatihan desain produk, pelatihan pemasaran dan lain sebagainya.

    • Menumbuhkan kecintaan mengkonsumsi produk Indonesia di tengah-tengah masyarakat.

      Selama ini masyarakat Indonesia sangat senang dengan produk asing. Seolah-olah produk impor jauh lebih berkelas dan bergengsi daripada produk dalam negeri. Kita sering mendengar istilah “harga lokal, kualitas impor”, yang artinya barang berharga murah namun berkualitas tinggi.

      Kondisi ini tentunya sangat disayangkan, sementara para produsen kecil di Indonesia setiap hari berusaha keras agar mampu menjual produknya. Untuk itu perlu diadakan sebuah gerakan yang dicetuskan oleh pemerintah, sehingga produk-produk buatan dalam negeri tidak lagi dipandang sebelah mata.

Strategi UKM untuk menghadapi globalisasi

[irp posts=”2625″ name=”Kesulitan dalam Pengembangan UKM”]

Strategi UKM untuk menghadapi globalisasi

  • Dari Sisi pelaku UKM

    • Menyadari bahwa UKM yang dipimpinnya bukan lagi bersaing di kancah pasar lokal, namun sudah internasional. Meskipun sebuah UKM memasarkan produknya di daerahnya sendiri, namun tidak dapat dihindari kalau di pasar tersebut produknya harus bersaing dengan produk- produk asing.Artinya, secara persaingan, cakupan UKM tersebut tidak lagi lokal namun sudah internasional. Dengan adanya kesadaran seperti itu, tentunya pelaku Usaha Kecil Menengah tidak akan mengambil keputusan atau strategi yang sama saat menyasar pasar lokal.
    • Berusaha meningkatkan kualitas produk Berusaha mengadopsi teknologi-teknologi dan metode produksi yang modern.
    • Menyasar e-commerce. Pembahasan mengenai tema ini akan dibahas pada bagian selanjutnya.
  • Dari Sisi lembaga keuangan

    Lembaga-lembaga keuangan baik bank, lembaga manajemen investasi dan lain-lain hendaknya mulai bekerjasama bahu membahu bersama dengan Usaha Kecil Menengah untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Bank semestinya memproses tuntas proses pengajuan meski pada akhirnya harus ditolak.Selain menyalurkan kredit, bank juga sebaiknya bertindak sebagai rekanan yang menyediakan konsultasi kepada UKM.

  • Dari Sisi masyarakat secara umum

    Masyarakat yang selama ini terbiasa memandag sebelah mata produk Indonesia sebaiknya segera mengubah cara pandangnya tersebut. Usaha Kecil Menengah hanya dapat berhasil berkembang apabila mendapatkan dukungan dari pasar terbesarnya, yaitu masyarakat Indonesia itu sendiri. Untuk mengubah cara pandang masyarakat memang tidak mudah, karena sudah terlalu lama beranggapan bahwa segala sesuatu yang datang dari luar negeri pasti lebih baik. Namun demikian, dengan adanya campaign secara serius, mudah- mudahan cara pandang keliru tersebut dapat diubah. 28 Memulai Usaha Baru

[irp posts=”2622″ name=”Indonesia Harus Mengembangkan UKM? Ini alasanya”]

Itulah sedikit artikel yang bisa saya tuliskan dalam kesempatan kali ini, dan semoga artikel Strategi UKM untuk menghadapi globalisasi ini bisa bermanfaat untuk menambah pengetahuan anda semua.

Anda suka main game.? Inilah 4 Game asyik yang bisa menghasilkan uangĀ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *