Indonesia Harus Mengembangkan UKM? Ini alasanya

Mengapa Indonesia Harus Mengembangkan UKM?

UKM sebagai sektor usaha yang didirikan oleh masyarakat secara mandiri, dan tidak berkaitan dengan utang luar negeri terbukti memiliki daya tahan yang lebih kuat di saat menghadapi krisis ekonomi. Kondisi lain yang membuat UKM begitu kuat adalah karena mereka juga tidak terlalu tergantung kepada modal pinjaman dari institusi finansial seperti bank.

Krisis ekonomi di tahun 1998 merupakan salah satu contoh yang sangat baik untuk menggambarkan betapa rentannya perusahaan- perusahaan yang berkaitan dengan modal asing. Perekonomian Indonesia yang bergantung kepada modal asing pada akhirnya membuat situasi perekonomian menjadi sangat rentan sekali, sehingga jika terjadi guncangan ekonomi di negara lain.

Ketergantungan tersebut menyebabkan Indonesia kolaps apabila pihak asing kolaps. Berdasarkan data yang diperoleh dari BPS, krisis ekonomi ternyata tidak begitu mempengaruhi Usaha Kecil Menengah.

ukm usaha kecil menengah

Ada beberapa keberapa kesimpulan dapat kita ambil:

  1. UKM merupakan sektor terbesar yang menyerap tenaga kerja. Tercatat berturut-turut di tahun 1997 dan 1998 jumlah penyerapan tenaga kerja di sektor Usaha Kecil Menengah adalah sebesar 57,4 juta dan 57,34 juta tenaga kerja.
  2. Pada saat terjadi krisis ekonomi di tahun 1998, Usaha Kecil Menengah mengalami penurunan penyerapan kerja yang paling kecil.
  3. Disaat perusahaan besar dan perusahaan sedang mengalami penurunan persentase penyerapan tenaga kerja,

UKM malah mengalami peningkatan dalam hal persentase penyerapan tenaga kerja. Kondisi ini sebenarnya tidak “unik”, atau hanya terjadi di Indonesia. Di negara-negara lain UKM pun merupakan salah satu andalan yang dijadikan sebagai “dewa penyelamat” untuk menggerakkan perekonomian.

Seperti contohnya di Amerika Serikat dimana UKM mampu menciptakan 75% lapangan kerja baru yang ada. Ada beberapa alasan yang menyebabkan Usaha Kecil Menengah dapat bertahan di tengah krisis yang terjadi di tahun 1997-1998: 1. 2. Sebagian besar UKM memproduksi barang konsumsi dan jasa yang memiliki elastisitas permintaan terhadap pendapatan yang rendah. Sehingga dengan demikian apabila pendapatan masyarakat berkurang, biasanya tidak akan berpengaruh terhadap pola pembelian produk-produk ciptaan UKM.

Namun dibalik itu, peningkatan pendapatan masyarakat juga tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap kenaikan permintaan. Sehingga bisa dikatakan pasar yang dikuasai oleh Usaha Kecil Menengah bersifat stabil. Sebagian besar UKM tumbuh dengan mengandalkan modal sendiri. Jikapun ada memakai modal pinjaman, biasanya meminjam ke pihak-pihak terdekat sepefti keluarga, atau teman. Sehingga dengan demikian mayoritas UKM tidak memiliki keterikatan dengan Bank. Dengan demikian, keterpurukan sektor perbankan dan naiknya suku bunga tidak banyak mempengaruhi sektor Berbeda dengan ini. Perusahaan-perusahaan besar yang akan mengalami guncangan apabila terjadi tekanan-tekanan terhadap sektor perbankan di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *